Bandung – Pasca bencana yang melanda Aceh pada November 2025 lalu, luka yang ditinggalkan belum sepenuhnya pulih. Bagi sebagian masyarakat, bencana bukan hanya menghancurkan rumah, tetapi juga merenggut sumber kehidupan yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka.

Lahan pertanian dan perkebunan yang sebelumnya produktif kini tertimbun material longsor dan terendam banjir. Kendaraan serta alat produksi rusak, membuat roda ekonomi masyarakat terhenti.
Kondisi hunian pun tak kalah memprihatinkan. Di Kecamatan Tukka, Desa Lubuk Sidup, dan Sekumur, sekitar 90% rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah. Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat masih berjuang bangkit untuk bertahan hidup.
Sebagai langkah nyata dalam mendukung pulihnya Aceh, Amal Mulia Aksi Kebaikan Nyata yang berlangsung selam 4 hari pada tanggal 19 hingga 24 April 206, tim menembus pelosk Aceh untuk menyalurkan bantuan untuk lebih dari 3.000 jiwa tersebar di beberapa wilayah terdampak.
Di Kecamatan Tukka, wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbesar 1.760 jiwa, bantuan disalurkan secara terpusat di titik pengungsian dan hunian sementara. Mengingat 90% hunian mengalami kerusakan, untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam skala besar, Amal Mulia menyalurkan 440 paket sembako kepada masyarakat terdampak.

Di Desa Lubuk Sidup Sebanyak 1.000 paket makanan siap saji (hot meal) didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang saat ini masih dalam fase bertahan hidup, penyaluran ini dilakukan dengan pendekatan kombinasi antara titik kumpul dan distribusi langsung ke beberapa kelompok warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Bencana tidak hanya merusak bangunan, tapi juga mengancam masa depan. Di MTS Al Ikhwan tepatnya berada di Desa Sekumur, Anak-anak terpaksa belajar di ruang seadanya, seperti bangunan tersisa atau tenda darurat.
Melalui renovasi fasilitas pendidikan, termasuk di MTS Al Ikhwan, Amal Mulia berupaya menghadirkan kembali ruang belajar yang layak. Upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjaga semangat anak-anak untuk terus bersekolah dan mencegah risiko putus sekolah. Sebanyak 50 jiwa yang terbantu.

Sedangkan di Desa Jamur Konyel sebanyak 202 jiwa yang terbantu, penyaluran bantuan berjalan dengan lancar. Selain distribusi pangan, tim juga melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Masjid Nurul Huda

Salah satu fokus pemulihan di wilayah ini adalah pembangunan Masjid Nurul Huda. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas sosial sekaligus ruang pemulihan psikososial bagi masyarakat. Pembangunan ini menjadi langkah krusial dalam mengembalikan normalitas aktivitas warga, serta memulihkan semangat kebersamaan pascabencana.
Meski demikian, rencana pembangunan fisik di Desa Jamur Konyel saat ini masih menghadapi tantangan teknis. Akses mobilitas material yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan utama di lapangan. Oleh karena itu, pembangunan dijadwalkan mulai berjalan pada awal musim kemarau, sekitar bulan Juni, dengan harapan stabilitas akses jalan dapat mendukung proses pengerjaan secara optimal dan berkelanjutan.
Di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Telpam, Amal Mulia melakukan penyediaan Bak Penampungan Air Bersih. Fasilitas ini menjadi jantung baru bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar sanitasi dan konsumsi sehari-hari yang selama ini sulit didapatkan.

Di tengah segala keterbatasan, bantuan yang disalurkan membawa harapan baru bagi masyarakat.
Salah satu penerima manfaat di Desa Lubuk Sidup menyampaikan,
“Bantuan ini sangat membantu kami, terutama di kondisi seperti sekarang yang serba terbatas.”
perjuangan ini belum selesai. Infrastruktur yang masih rusak dan akses mobilitas yang sulit di desa-desa seperti Jamur Konyel menjadi pengingat bahwa kepedulian kita tidak boleh berhenti di sini.
Pemulihan pascabencana bukanlah proses yang singkat. Dibutuhkan kolaborasi, kepedulian, dan langkah nyata untuk membantu masyarakat bangkit kembali.
Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi pijakan untuk masa depan yang lebih baik.









Leave a Comment